Tuesday, November 20, 2007

Adaptasi

Dari pengajian / diskusi semalem di Riversdale St House:

Sharing experience time:

Person A: "Pernah ada satu kejadian dimana ada kawan saya sedang melakukan suatu kesalahan kecil. Datang seorang kawan lagi, yang maksud nya baik untuk mengingatkan - tapi caranya mungkin tidak bijak, malah terkesan mengejek / merendahkan ... yang ada, kawan yang satu lagi menjadi defensive. Da'wah tidak tersampaikan. Tali ukhuwah jadi ada semacam friksi"

Seringkali dalam berinteraksi dengan kawan maupun orang lain secara general, kita punya maksud baik untuk mengingatkan ataupun mengajak kawan kita ke dalam kebaikan. Tapi, seringkali juga, kita tidak bisa membaca situasi dan menyesuaikan kata2 + perbuatan kita ke dalam konteks yang ada.

Put ourselves in their shoes. Kita jangan seperti tukang jagal, yang memotong ternaknya dengan hanya satu cara. Coba ikuti cara seorang dokter dengan pasiennya: building relationship with her patients, mendiagnosa simptom2 yang ada dan membaca dimana letak permasalahannya, and (hopefully) give the correct medications afterward.

Mengingatkan orang tua, berbeda dengan mengingatkan seorang kawan lama. Mengingatkan seorang kawan baik yang lagi sensitive, berbeda dengan mengingatkan kawan baik yang muka badak.

Trial and Error. Adaptation. Holistic Perspective. With Wisdom.

Wassalaam

Sidqie Djunaedi

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home