Monday, June 2, 2008

Note gw buat loe ... yg mau nikah

Agak lucu emang orang2 ...

Ada yg mau nikah, udah siap secara financial dan mental, tapi belum nemu jodoh.
Ada yg udah punya calon, tapi katanya belum siap secara financial ...

This is for the latter ...
And this is for you ... *you know I'm talkin to you man ... * ... hehehe

Couple of things tips:
1. Prepare your budgeting. Liat keadaan financial skarang, identify unnecessary expenses that can be controlled and eliminated. And make a mock budgeting when you need to support 2 people in your household (not necessarily double all expenses, e.g. single food exp = 700 per month, and 2 ppl doesnt mean $1400, sometimes $800 or $900 should suffice etc Perhaps dengan dikurangi makan2 di luar, mulai masak di rumah, or "outsource" // catering).

2. Seringkali - insha Allah- , setelah nikah, pintu rezeki lebih terbuka lagi ... dan dimudahkan oleh Allah. I'll be glad to discuss my experience off-line regarding this matter.

3. The feeling of coming home to your own home, seeing your own wife ... dan apalagi kalau nanti diberikan rezeki Anak .... it just an amazing feeling. Iyalah, daripada pulang ketemu house mate yang cowok dan belekan dan belum mandi karena nongkrong di depan PS terus seharian, mending ketemu istri sendiri khan ... ?

4. Salah satu yg paling penting dan harus dipersiapkan: Mental. Lo harus berani untuk bilang ke orang tua lo, dan calon mertua lo ... "Saya mau menikah, dan insha Allah saya siap".
Another thing, you both need to understand dan be ready to start from scratch. Apakah itu dengan keadaan rumah yang masih kosong dengan perabotan yg "wah", mungkin naik sepeda ke kantor dan mobil diistirahatkan, dll.

Usahakan dengan segala cara, untuk mengurangi "investment" dari luar, terutama Yayasan Ayah Bunda, Yayasan Saudara Kandung dan Kawan Sejati (kalo ada). Karena dari situ, insha Allah, lo akan coba terus untuk maju dalam segi karier, negosiasi salary yang lebih getol, dll.


Jangan ampe nanti calon lo tiba2 di"transfer" ke temen2 berkategori yang pertama diatas. Gw yakin, banyak yang menanti dan dengan lapang dada menerima. Nangis darah lo nanti kehilangan dia ... hehehe ....

Untuk temen2 kategori yg lain ... ah, sudah, nanti aja dibahas off-line.

This message is for you ... and you freakin know who you are ... :D

Wassalaam
Sidqie

2 Comments:

Blogger thelems said...

buat siapa sidqi? mau tau donkk hehe :P

btw investment dari luar maksudnya apa yahh?

June 3, 2008 at 5:40 AM

 
Blogger [SiD] said...

hahaha ... yah, adalah ... yg merasa kesentil aja deh ... :D

"investment" dari luar, maxud na dikasih uang dari orang tua. Kalo sebagai hadiah sekali seumur hidup, pada awal pernikahan, I think that's ok. Tapi kalo dijadikan kebiasaan, kayaknya akan ada efek yg engga baik buat kita sendiri. There's no real pressure on us to stand on our own two feet.
Ketika kita keluar dari 'comfort zone' tsb, we can then excel to a level that we never think we'd be able to reach before.

Ini pun bisa diaplikasikan dalam hal2 yg lain.

E.g. Waktu itu misalnya gw ngobrol2 sama orang / recruitment agent dari NewCareers. Dia bilang, salah satu kendala kebanyakan orang-2 Asia yang punya orang tua mampu, is they don't work hard enough to get a job ... 1x, 2x ditolak ama (potential) employee, mereka nyerah, dan cukup senang dengan kerja2 di non-professional environment karena ada kucuran dana dari orang tua. Again, kebanyakan Asia, bukan berarti semua nya.

Bukan berarti tidak boleh minta sama orang tua, tapi, jangan dijadikan kebiasaan. Hanya dalam keadaan darurat aja misalnya. Khan kita juga harus maintain "Ghirah" // Harga diri kita ... malu lah udah berkeluarga, tapi masih menengadahkan tangan ke orang tua, yg seharusnya kita yg lebih banyak bantu mereka.

Wallahualaam.

June 9, 2008 at 6:04 PM

 

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home