Panoramic Tutorial
Owh well. I was requested by a friend of mine, who's apparently an OZIP editor (one of the magazine targeted towards the Indonesian Community here in Melbourne), to make an article on photography.
I was going to choose either an article on experimental photography, using glasses, photo tubing, piece of beer glass, etc, or panorama tips and hints. In the end, I choose for the latter, as it is my fave subject :)
Anyway, this will be in Indonesian tho ... apologize for this :) Owh well, you guys can browse around in the Internet for English material on Panoramic guides ... millions of them out there :P
Semoga bermanfaat :)
---------------
‘Panoramic photography’ adalah salah satu style dalam dunia fotografi yang memperlihatkan Field of View (FoV) yang lebar, dengan ratio Panjang : Tinggi, 2:1 atau lebih. Untuk mencapture landscape dan cityscape, Panorama menjadi format pilihan dan favorite saya.
Ada beberapa macam teknik untuk membuat Panoramic foto. Salah satu nya adalah dengan teknik ‘Stitching’, yaitu menggabungkan beberapa frames menjadi 1 foto.
Alat yang diperlukan (minimum): dSLR, tripod (dengan panning head), hotshoe bubble leveller (recommended).
Tips teknik pengambil foto panorama dan post-processing:
1. Bila dSLR anda memungkin, set file anda di dalam RAW/ NEF (bukan jpeg).
2. Set tripod dan kamera anda agar sejajar dengan tanah yang datar; gunakan hot-shoe bubble-leveller bila perlu.
3. Set kamera di Manual setting.
4. Exposure Value (EV): gunakan spot metering, untuk mengkalkulasi EV dihighlight dan shadow area. Set EV agar tidak ada clipping/burnt out di highlight area, dan shadow detail juga terekam dengan baik.
5. Set Manual White Balance (WB)
6. Penting: EV dan WB harus sama agar setiap frame mempunyai karakter warna dan cahaya yang sama.
7. Bila shutter speed lebih dari 1 detik, gunakan Mirror-Lock-Up function pada dSLR anda, atau gunakan remote, untuk mengurangi resiko foto yang kurang tajam dikarenakan oleh vibration dari mirror slap.
8. Untuk pengambilan frame(s), usahakan agar image overlap setidaknya 30% dari image sebelumnya, untuk mempermudah stitching.
9. Untuk stitching, ada beberapa pilihan: PhotoMerge function di Photoshop CS, PhotoStitch function dari Canon CD Software, PTGui, dll. Ikuti guidelines dari software yang anda pilih untuk stitching.
10. Hasil akhir dari frame-frame foto yang telah diambil dan diproses, akan menjadi 1 foto panorama yang lebar dan indah.
Contoh frame pada saat pengambilan foto:
(File 1)
Contoh foto panorama setelah stitching:
(File 2)
Tentu saja, ada teknik lain, ataupun alat2 lain yang bisa digunakan untuk mempermudah proses diatas. Seperti pengambilan foto panorama dengan menggunakan dedicated tripod head untuk menghindari Parallax Error, ataupun dengan menggunakan kamera panorama (analogue/film) seperti Hasselblad Xpan, Linhoff, atau menggunakan Graduated Neutral Density filter untuk menghindari overexpose highlight di sky area; tapi, menggunakan alat2 diatas, biasanya cukup mahal.
Teknik horizontal panorama seperti diatas, bisa diaplikasikan lebih jauh lagi ke vertikal panorama, panorama 360 derajat, kombinasi panorama dan portrait (bukan hanya aplikasi dalam landscape/cityscape), dll.
Contoh:
(File 3)
Have fun experimenting! ^__^
Sidqie Djunaedi
(gallery: http://md81.deviantart.com)
(prints: http://redbubble.com/people/md81)

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home