We luv you before we even see you
Saya masih teringat, 4 minggu yang lalu, berita kedatangan-mu disampaikan oleh istri-ku tersayang.
Kami tersungkur, bersujud terhadap yang Maha Kuasa ...
Dan kami pun melantunkan do'a
"Terima kasih Ya Allah,
Terima kasih Ya Rabbi, atas nikmat-Mu dan kepercayaan-Mu untuk menitipkan dia
kepada kami ...
Jangan biarkan kami lalai dalam menjalankan amanah dari-Mu"
Ah, anak-ku ...
4 minggu yang lalu masih terdengar sangat asing ...
Bahwa titipan Allah, berada di dalam rahim istriku tersayang.
Ayah-Bunda ... panggilan itu yang kami inginkan terlantun dari bibir-mu kelak.
Seringkali ayah membisikkan kata-kata diatas perut ibunda.
"Anak-ku sayang ...
Kami menunggu kedatangan-mu di dunia ini ...
Dengan penuh pengharapan
Dengan penuh do'a ...
Jadilah anak kami yang shaleh dan bertaqwa.
Anak kami yang bisa kami banggakan dihadapan Ilahi.
Karena Engkau adalah titipan-Nya.
Cintailah ibu-mu kelak, wahai anak-ku ...
Karena perjuangan-nya mengandung-mu itu tidaklah mudah.
Jangan engkau lontarkan kata-kata yang menyakiti hati-nya yang penuh kelembutan.
Ah ... anak-ku,
Cintailah kami sebagai orang-tua mu
Maafkan kami atas segala kekurangan kami dalam membesarkan-mu kelak.
Anak-ku ... kami mencintai-mu,
meskipun Allah belum mempertemukan kita.
Insha Allah, that time will come.

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home