I remember I was reading newspaper article (indonesian newspaper that is) or from few friends back in indo, ada beberapa hal yang bikin gw ketawa ... but actually sad ...
Contoh:
1. Newspaper article: Ambulans membawa orang sakit kritis, of course, dia akan menyalakan sirene agak orang di depan aware dan memberikan jalan. Tapi bukannya memberikan jalan, ambulans nya malah dihalangi. Ada satu incident, ambulans menyalip mobil yg ada di depannya. Pengemudi yg disusul tadi malah marah, menyalip kembali si ambulans yang sedang membawa orang sakit keras, memberhentikan mobilnya di depan ambulans, dan ngajak ribut si supir ambulans? What the heck?
2. Kejadian temen: mobilnya ditabrak angkot di puncak. Angkot yg salah, karena mobil temen lagi berenti. Yang punya mobil angkot, malah balik marah2in temen gw, dengan alasan "saya ini pak haji ... saya engga mungkin salah" ... huee? Pak haji ... maap, kita ini manusia, bukan malaikat ataupun nabi.
3. Lagi denger ceramah Ustadz Abdullah Muadz kemarin di Melbourne:
3.1. Sejak tahun '45 kita merdeka, tapi tiap taun, kita hanya merayakan dengan lomba makan kerupuk dan balap karung, kenapa tidak diadakan lomba adu intelektualitas agar bangsa Indonesia tambah maju?
3.2. Terserap-nya ajaran hinduisme kedalam ajaran agama maupun aspek sosial lainnya, terutama dalam aspek kasta dan pengkultusan. Atasan // Senior // Tetua // etc apapun bentuknya, itu selalu benar. Yang tergolong dalam kelas bawah tidak berhak mengkritik yang diatas. Contoh seperti kejadian temen di atas, point no 2.
4. Cerita salah seorang kolega di melbourne *yg ngurusin applikasi S2 dulu*: on his recent trip to Jakarta, rekan2 dia yang laki2 menggembor2 dan membanggakan "simpanan" nya masing, dan bertanya "gimana lo disana, dapet simpenan bule dong?" ... of course he was shocked with his friends lifestyle disana.
5. Newspaper article: Drugs masuk ke dalam lingkungan anak-anak SD di indo, dimasukin lewat permen dll.
6. Newspaper article, and lingkungan waktu smp dulu: Untuk mabok bagi anak2 jalanan skarang makin mudah, engga perlu putaw, ganja, sabu2, dll ... bisa mabok pake aibon. Anak SMP bisa beli minuman keras di Golden Truly, siang2 bolong, pake baju smp, engga ditanya ID.
7. Cerita temen, istri, kejadian sendiri: Lingkungan kerja. Boss yang terlalu bossy dan tidak bisa dikritik, kerjaan yang numpuk sehingga harus lembur dan nginep di kantor, sehingga menelantarkan keluarga di rumah. Work-life balance? almost non-existent.
What can we take from all of the above? To improve our condition back there ...
Hmmm