Wednesday, November 21, 2007

Bukan Milik Kita

Badan ini, bukan milik kita.

Jika ia milik kita, maka seorang ibu hamil mampu mengendalikan perubahan tubuh yang ada di dalam dirinya. Jika ia milik-ku, maka aku akan mengerahkan segala energi agar rambut dikepala bisa gondrong dalam semalam, lemak diperut bisa menguap diganti dengan otot dalam satu jam, lutut yang sakit karena ditabrak mobil bisa sembuh, mata bisa normal kembali engga perlu dioperasi mata.

Jika ia milik engkau, maka engkau akan berupaya supaya menghentikan kulit yang mulai keriput, rambut yang mulai memutih, tulang dan gigi yang mulai keropos.

Ah ... ini semua hanya titipan.

Sayang, aku, dia, kita, mereka ... sering menyalah-gunakan titipan ini. Malah merusak. Malah membawa fitnah.

Maaf yah yang sudah memberikan titipan, kepercayan-Mu sudah kami sia-2kan. Mudah2an kami bisa berusaha lebih baik lagi kedepannya, dalam membawa amanah ini.

Insha Allah.

Amin.

Wassalaam

Sidqie

Tuesday, November 20, 2007

Adaptasi

Dari pengajian / diskusi semalem di Riversdale St House:

Sharing experience time:

Person A: "Pernah ada satu kejadian dimana ada kawan saya sedang melakukan suatu kesalahan kecil. Datang seorang kawan lagi, yang maksud nya baik untuk mengingatkan - tapi caranya mungkin tidak bijak, malah terkesan mengejek / merendahkan ... yang ada, kawan yang satu lagi menjadi defensive. Da'wah tidak tersampaikan. Tali ukhuwah jadi ada semacam friksi"

Seringkali dalam berinteraksi dengan kawan maupun orang lain secara general, kita punya maksud baik untuk mengingatkan ataupun mengajak kawan kita ke dalam kebaikan. Tapi, seringkali juga, kita tidak bisa membaca situasi dan menyesuaikan kata2 + perbuatan kita ke dalam konteks yang ada.

Put ourselves in their shoes. Kita jangan seperti tukang jagal, yang memotong ternaknya dengan hanya satu cara. Coba ikuti cara seorang dokter dengan pasiennya: building relationship with her patients, mendiagnosa simptom2 yang ada dan membaca dimana letak permasalahannya, and (hopefully) give the correct medications afterward.

Mengingatkan orang tua, berbeda dengan mengingatkan seorang kawan lama. Mengingatkan seorang kawan baik yang lagi sensitive, berbeda dengan mengingatkan kawan baik yang muka badak.

Trial and Error. Adaptation. Holistic Perspective. With Wisdom.

Wassalaam

Sidqie Djunaedi

Andaikan ...

"Pantekin anak2 SMP XX yuk di depan ... lagi bubaran niy"

"Ntar sore kita mau nyerang STM XXXX ... ikut??"

"Sial ... pada kemana lo semua tadi .. kok engga ada yg nongkrong ... tadi banyak banget anak2 XX pada kesini, gw bertiga kena ... ayo ... serang balik!! ... gw engga terima"

Ah ... jadi inget masa2 dulu. "Lucu" juga. Kaca Metro Mini dipecahin, lempar2an batu ditengah jalan.

Ada yang ditusuk pake bambu runcing, samurai. Penggaris besi yang biasanya dipake ama anak2 grafik design // arsitektus // dll ... malah diasah jadi runcing dan tajem, dan jadi alat yang wajib dibawa kemana2.

Ada yang akhirnya jadi buta. Ada yang meninggal. Ada yang cacat. On both side yang lagi tawuran, ataupun dari orang disekeliling.

Secara historis, bangsa kita ini memang mudah diadu domba satu dan lainnya. Politik adu domba yang sering dipakai pada jaman penjajahan, menjadi satu indikasi yang kuat akan hal ini.

Andaikan paradigma damai dan saling menghormati bisa diaktualisasikan dalam kehidupan kita ...

Andaikan bangsa kita bisa menjadi "jagoan" dalam dunia ekonomi internasional

Bukan hanya jago kandang tukang hantam satu dan lainnya sesama makluk-Nya.

Semoga itu bukan menjadi satu mimpi utopia yang tak pernah bisa teraih.

Wassalaam

Sidqie Djunaedi

Monday, November 12, 2007

Social Phenomenon

I remember I was reading newspaper article (indonesian newspaper that is) or from few friends back in indo, ada beberapa hal yang bikin gw ketawa ... but actually sad ...

Contoh:

1. Newspaper article: Ambulans membawa orang sakit kritis, of course, dia akan menyalakan sirene agak orang di depan aware dan memberikan jalan. Tapi bukannya memberikan jalan, ambulans nya malah dihalangi. Ada satu incident, ambulans menyalip mobil yg ada di depannya. Pengemudi yg disusul tadi malah marah, menyalip kembali si ambulans yang sedang membawa orang sakit keras, memberhentikan mobilnya di depan ambulans, dan ngajak ribut si supir ambulans? What the heck?

2. Kejadian temen: mobilnya ditabrak angkot di puncak. Angkot yg salah, karena mobil temen lagi berenti. Yang punya mobil angkot, malah balik marah2in temen gw, dengan alasan "saya ini pak haji ... saya engga mungkin salah" ... huee? Pak haji ... maap, kita ini manusia, bukan malaikat ataupun nabi.

3. Lagi denger ceramah Ustadz Abdullah Muadz kemarin di Melbourne:

3.1. Sejak tahun '45 kita merdeka, tapi tiap taun, kita hanya merayakan dengan lomba makan kerupuk dan balap karung, kenapa tidak diadakan lomba adu intelektualitas agar bangsa Indonesia tambah maju?

3.2. Terserap-nya ajaran hinduisme kedalam ajaran agama maupun aspek sosial lainnya, terutama dalam aspek kasta dan pengkultusan. Atasan // Senior // Tetua // etc apapun bentuknya, itu selalu benar. Yang tergolong dalam kelas bawah tidak berhak mengkritik yang diatas. Contoh seperti kejadian temen di atas, point no 2.

4. Cerita salah seorang kolega di melbourne *yg ngurusin applikasi S2 dulu*: on his recent trip to Jakarta, rekan2 dia yang laki2 menggembor2 dan membanggakan "simpanan" nya masing, dan bertanya "gimana lo disana, dapet simpenan bule dong?" ... of course he was shocked with his friends lifestyle disana.

5. Newspaper article: Drugs masuk ke dalam lingkungan anak-anak SD di indo, dimasukin lewat permen dll.

6. Newspaper article, and lingkungan waktu smp dulu: Untuk mabok bagi anak2 jalanan skarang makin mudah, engga perlu putaw, ganja, sabu2, dll ... bisa mabok pake aibon. Anak SMP bisa beli minuman keras di Golden Truly, siang2 bolong, pake baju smp, engga ditanya ID.

7. Cerita temen, istri, kejadian sendiri: Lingkungan kerja. Boss yang terlalu bossy dan tidak bisa dikritik, kerjaan yang numpuk sehingga harus lembur dan nginep di kantor, sehingga menelantarkan keluarga di rumah. Work-life balance? almost non-existent.

What can we take from all of the above? To improve our condition back there ...

Hmmm

Social Phenomenon

I remember I was reading newspaper article (indonesian newspaper that is) or from few friends back in indo, ada beberapa hal yang bikin gw ketawa ... but actually sad ...

Contoh:

1. Newspaper article: Ambulans membawa orang sakit kritis, of course, dia akan menyalakan sirene agak orang di depan aware dan memberikan jalan. Tapi bukannya memberikan jalan, ambulans nya malah dihalangi. Ada satu incident, ambulans menyalip mobil yg ada di depannya. Pengemudi yg disusul tadi malah marah, menyalip kembali si ambulans yang sedang membawa orang sakit keras, memberhentikan mobilnya di depan ambulans, dan ngajak ribut si supir ambulans? What the heck?

2. Kejadian temen: mobilnya ditabrak angkot di puncak. Angkot yg salah, karena mobil temen lagi berenti. Yang punya mobil angkot, malah balik marah2in temen gw, dengan alasan "saya ini pak haji ... saya engga mungkin salah" ... huee? Pak haji ... maap, kita ini manusia, bukan malaikat ataupun nabi.

3. Lagi denger ceramah Ustadz Abdullah Muadz kemarin di Melbourne:

3.1. Sejak tahun '45 kita merdeka, tapi tiap taun, kita hanya merayakan dengan lomba makan kerupuk dan balap karung, kenapa tidak diadakan lomba adu intelektualitas agar bangsa Indonesia tambah maju?

3.2. Terserap-nya ajaran hinduisme kedalam ajaran agama maupun aspek sosial lainnya, terutama dalam aspek kasta dan pengkultusan. Atasan // Senior // Tetua // etc apapun bentuknya, itu selalu benar. Yang tergolong dalam kelas bawah tidak berhak mengkritik yang diatas. Contoh seperti kejadian temen di atas, point no 2.

4. Cerita salah seorang kolega di melbourne *yg ngurusin applikasi S2 dulu*: on his recent trip to Jakarta, rekan2 dia yang laki2 menggembor2 dan membanggakan "simpanan" nya masing, dan bertanya "gimana lo disana, dapet simpenan bule dong?" ... of course he was shocked with his friends lifestyle disana.

5. Newspaper article: Drugs masuk ke dalam lingkungan anak-anak SD di indo, dimasukin lewat permen dll.

6. Newspaper article, and lingkungan waktu smp dulu: Untuk mabok bagi anak2 jalanan skarang makin mudah, engga perlu putaw, ganja, sabu2, dll ... bisa mabok pake aibon. Anak SMP bisa beli minuman keras di Golden Truly, siang2 bolong, pake baju smp, engga ditanya ID.

7. Cerita temen, istri, kejadian sendiri: Lingkungan kerja. Boss yang terlalu bossy dan tidak bisa dikritik, kerjaan yang numpuk sehingga harus lembur dan nginep di kantor, sehingga menelantarkan keluarga di rumah. Work-life balance? almost non-existent.

What can we take from all of the above? To improve our condition back there ...

Hmmm

Life is Weird

Life is weird - in a good way - ... apalagi setelah nikah Januari kemarin, and especially setelah Ranie pindah ke Melbourne July lalu. 11 thn udah gw tinggal jauh dari keluarga di Jkt / Bandung, and practically living on my own since I was 14 y.o

Tiba2, there's a "stranger" in the house ...

or, kalo mau ngenalin ke orang ... ini kenalin "istri" // "suami" gw ... terminologi yang masih terasa sangat asing di telinga kita berdua.

Everyday we always found something "new" ...

"owh, dia marah toh kalo gw begini"

"hmmm ... kalo lagi diem ... ini toh maxud na"

"wah ... kok makan bakso cuman sop nya doang" "... sini, bakso nya Aa abisin" --> maunya.

"Aa engga blh kebanyakan makan yg lemak2 and cabe2an... " ...

"Hoooo ... kenapaaaaa?? ... huaa x( ... itu khan makanan wajib dari dulu???"

"Aa ngaji ... nanti adek yg baca terjemahannya yah ... ntar besok tukeran"

"Aa ... jangan kerutin dahinya" ... "Adek ... adek juga ngerutin dahinya kalo lagi bobo ... weekks ... *cubit pipi*"

Akhirnya skarang ada yang bisa diajak masak bareng. Ada yg merhatiin dan diperhatiin. Ada yang ngingetin, ada yang diingetin. Ada yang bisa terus2an diajak shalat berjamaah. Ada yg bisa diajak becanda, bisa diajak diskusi serius.

One thing for sure, I praise Allah for letting me to be with you ... Alhamdulillah. You're everything I always pray for.

Do'a-in keluarga kita terus ya adek ku yang shalehah, yang baik, yang manja, yang lucu, yang Aa sayang ...

Baby kecil ... kami tunggu kehadirannya di dunia juga yah, insha Allah. Doa'kan ayah - bunda yah biar bisa jadi orang tua yang bisa mendidik kmu dan adek2 kamu kelak ... insha Allah.

Wassalaam

Sidqie Djunaedi

Sabar bleh ...

Minggu lalu sakit.

Awalnya fever, terus jadi flu, batuk kering.

Terus red eye yg kanan ... yg kiri ngikut. Batuk kering, jadi batuk dahak.

Pulang dari adelaide ke melbourne, semua yg diatas masih, ditambah kuping kanan engga bisa denger, karena cabin air-pressure system. *to note, engga taunya setelah cari2 di abah google jangan terbang kalo lagi sakit flu / sinus*

Terus sembuh.

Skarang, sakit gigi graham, kanan bawah.

Engga bisa calangap *mun kata orang sunda mah* ...

... engga bisa ngunyah makanan.

Hmmm ... mau operasi gigi di OZ ... mahalnya minta ampun. Uang na bisa buat tix pulang jakarta, dan cabut gigi disana. Belum ada private insurance pula, baru pake medicare. Should've get a medibank // other private insurance for family ...

I'm hungry ... I totally cannot eat.

Sabar ... *deep breath* ... time to practice Sabar ... bukan gitu bukan bung Arief? http://asaid.multiply.com/journal/item/3/Sabar

Friday, November 2, 2007

Ngiri ...

"Hehehe ... sayang ... bobo dong, Bunda udah ngantuk " ...


"hmmm ... baby, kenapa ketawa terus ngomong2 sendiri beib?"

"Iya A' ... baby na nendang2, kayak dikelitikin perut Adek ... makanya agak geli"

"Hueee ... Aa ngiri"

Ngiri karena bunda udah ada physical and psychological connection with the baby ...
Which left us the dads ... wondering what is happening inside.

Sambil bisikin ke perut Bunda
"Baby ... hey sayang ku ... lagi apa siy di dalem? Lagi maen2 ama bunda yah? Baby kapan mau maen ama ayah ... ayah udah engga sabar baby ku ... hmmm ... nanti bunda nya disayang yah ... ayah juga disayang ... k sweetie? Muach ... "
*elus2 perut bunda*

Met bobo bunda *kiss on forehead* ...

I luv u baby ...
I luv u bunda ...

Sweet dreams ....

-----

Pregnancy is just amazing ...
I cannot believe that there is a living being inside Bunda's wombs.
God's miracle works.
Tapi kita sebagai manusia tidak bisa mengontrol sama sekali ttg pertumbuhan yang ada di dalem.

Tiba2 ... jadi ajah baby nya.
Engga repot2 mesti "ngerakit" apa dan harus kemana.

Semua udah diatur oleh Allah.

I can't imagine if we have to ... bisa2, mungkin takes time more than 9 months, dan engga tidur-tidur.

Subhanallah.


Jadikanlah anak kami anak yang shaleh/ah,
Yang berbakti kepada Orang Tua, Keluarga, Masyarakat, Negara dan hanya kepada-Mu ya Allah.

Amin.

Ga Adil!! - bag 2 (Fiskal)

"Maaf mas ... tapi mas harus bayar fiskal 1 juta"

"Loh? Kenapa mas? Saya udah tinggal 10 thn lebih di OZ ... alamat saya juga masih ada di passport lama, yang nempel sama passport baru."

"Iya mas, tapi engga ada di passport yg baru"

"Lah, iya, tapi khan ada catatannya di passport lama. Waktu kemarin saya di Cengkareng Jkt mau ke Msia juga engga ada masalah, hanya di adviced nanti sesampai di Melbourne untuk lgsg di update"

"Iya mas, tapi mas sudah 3x di warning, ini ada catatan-nya di passport"

"Iya, tapi khan yg ke 3x itu khan karena saya honeymoon ke Malaysia, bukan ke Melbourne. Gimana coba saya mau update alamat di Msia?!"

"Iya mas, tapi tetep engga bisa ... mas tetep harus bayar 1 juta. Sesuai dengan prosedur dan peraturan yang ada. Kalau engga ada alamat di passport baru, kita engga ada rekord nya"

"Geez, saya udah 10 thn di OZ, tapi anda tidak punya rekordnya? Itu uang 1 juta per orang yang pergi ke LN, dibuat apa aja ama Negara?"

Kenapa siy engga bikin system IT yang lebih canggih, yang bisa keep track record ... apalagi hanya alamat??
Daripada upload game di komputer orang2 representasi negara ini *sambil ngeliat ada satu orang yang lagi main game Tetris di belakang layar ... bloody useless"

Dammit, daripada miss my flight to Melbourne, ya udah lah ... gw bayar juga 1 juta, setelah nelpon sana-sini through my contacts who works in immigration ... to bad they all work in Cengkareng, and not in Bandara Ngurah Rai Bali.

My honeymoon which started great till the end, only at the airport that ends up shitty, hanya karena orang2 ini.

Gw engga ngerti deh itu uang nya nyasar kemana.

Pas ngasih duit gw nanya dengan keki-nya ... "Uang nya dikemanain nanti Mas?"
"Yah, nanti disetor ke Negara mas"

Ah, gw sangsi ttg hal ini ...

Mungkin mereka bosen maen Tetris ama Digger, jadi mau nabung buat beli game CS, or mau upgrade beli PS2 taro di kantor pembayaran Fiskal.

Ga Adil!! - bag 1 (Education)

Ah, gimana mau dengan senang hati pulang dan bekerja di Indonesia ... jika pendidikan di OZ aja tidak dianggap oleh negara (baca: Depdikbud Indonesia).
(Meski banyak yang sangat merindukan untuk pulang ke Tanah Air, termasuk gw sendiri)

Hanya karena permasalahan durasi kuliah, S1 hanya dianggap D3 oleh Depdikbud (i.e. S1 di OZ 3thn, di Indo mungkin bisa 4-5 thn?).
Although, ini 'hanya' akan jadi masalah, jika ada yang ingin melanjut kuliah S2 di Indonesia.

(Beruntung bagi mereka yang melanjut ke tingkat S2 atau S3 di OZ, there's no problem there).

"Bisa aja ngelanjutin kuliah S2 di indo, tapi ... harus nyogok orang depdikbud-nya biar dapet surat pernyataan bisa lanjut kuliah di indo"


Ah! ... Duit lagi ... duit lagi akhirnya.

"Kenapa siy tidak dipermudah ... padahal uang pendidikan-nya khan berarti investasi dan uang masuk untuk kas negara juga?"

Ah, mungkin kas negara kurang penting ... lebih penting kas per-orang-an, dan uang banyak masuk ke kantong pribadi.


Hmmmm ...

Missing the Good (Old) Times.

Phew ... baru abies makan di Biryani's House at King St ... owh well, tonight we totally become part of indian culture kayaknya.

Ada gw, Ranie, Pandu, Ari, Indri, Diki, Eja, Edo.

Eat the usual. Chicken 65, Lamb Tawwa Gosh, Butter Chicken, w/ Fried Rice and Raita.

Terus, lanjut ke Bismi di Brunswick. Just to drink tea tarik, dan makan 'dessert' roti boom.

I guess, it is not the food that is really delightful *but the food really is very nice ... ampe kaget liat Ranie makan nambah 4 kali nasi, padahal biasanya 1 x makan aja udah amazing* ...

But it is the company of the people that feel warm ...

Having the usual laughter and chat.
After a week long of work *and sickness* ...

I do wish that our old friends are here with us ....

We do miss them in our presence.

STW, HTT - Ines, Jaka, Manda, Okki, Dhimbo, Rozaq, Mario. ETC.